Local Repository di Ubuntu 8.10

FKG33H0FK75GYBW.SQUARE2Para pengguna Ubuntu pasti sudah familiar tentang cara untuk mengupdate dan menginstall program dari repository Ubuntu melalui program Apt dan Synaptic.

Dengan menggunakan komputer yang langsung terhubung dengan internet, hal tersebut pasti jadi sesuatu yang sangat mudah. Akan terjadi hal yang menyulitkan apabila kita berniat untuk menginstall Ubuntu di komputer lain dengan program yang sama dengan komputer sebelumnya, atau kita berniat untuk menginstall ulang Ubuntu demi mendapatkan fresh installation, karena kita harus mendownload ulang dan menginstall program-program dan updates yang sebelumnya ada di komputer kita.

Saya sebagai seorang pengguna Ubuntu 8.10 dan Linux Mint 6 yang tidak memiliki koneksi internet berkecepatan tinggi, sangat merasakan kesulitan tersebut. Untuk mengupdate, mendownload dan menginstall program-program yang ada di komputer dan laptop saya, saya harus pergi ke rumah seorang sahabat yang memiliki koneksi internet berkecepatan tinggi.

Sementara itu saya punya PC desktop yang ingin saya install Ubuntu dan semua program dan updates yang sama dengan laptop saya. Akhirnya saya mencari cara untuk membuat sebuah repository mini dari semua program dan updates yang ada di laptop. Repository itu saya maksudkan untuk menjadi repository lokal saat saya menginstall Ubuntu di PC desktop, sehingga saya tidak perlu koneksi ke internet untuk mendapatkan program-program dan update yang sama seperti di laptop.

Cara ini saya dapatkan di : http://www.debian.org/doc/manuals/repository-howto/repository-howto

dengan sedikit modifikasi sesuai kebutuhan. 😀

Karena cara yang saya dapat adalah cara membuat repo di Debian, dan Ubuntu adalah turunan Debian maka saya pikir pasti bisa diaplikasikan. Begini caranya :

1. Sebagai catatan awal, setting dalam program Synaptic harus di set agar file-file paket program dan updates tidak dihapus setelah selesai diinstall. Kita set dengan masuk ke Settings > Preferences > Files, kemudian pilih “Leave all downloaded packages in the cache”.

Cara ini akan membutuhkan program dpkg-dev_1.14.deb dan patch_2.5.9-5_i386.deb, jadi kita harus mendownloadnya terlebih dahulu.

2. Setelah kita mempunyai sistem Ubuntu yang telah berisi program-program dan updates yang lengkap, maka semua file paket program dan update terletak di folder /var/cache/apt/archives/, kita bisa masuk ke folder itu dengan mengetikkan di Terminal :

cd /var/cache/apt/archives

atau lewat windows manager. Di dalam folder tersebut ada semua file program dan update yang berekstensi *.deb yang akan kita gunakan untuk membuat repository lokal kita.

3. Copy semua file tersebut (menggunakan flashdisk atau melalui jaringan) ke komputer yang baru diinstall Ubuntu ke dalam folder baru yang kita inginkan, misalnya di Home Folder dengan nama folder /repolokal. File2 tersebut bisa di copy dengan cara pilih semua file berekstensi .deb lalu klik kanan > Copy, kemudian paste di /home/user_name_kamu/repolokal/ atau dengan menggunakan Terminal ketikkan :

cp *.deb /home/user_name_kamu/repolokal/

4. Setelah kita mempunyai satu folder yang berisi file-file .deb, kita perlu untuk membuat index Packages yang ada di folder itu agar dapat dikenali oleh program Synaptic atau Apt-get. Kita perlu menginstall program dpkg-dev_1.14.deb dan patch_2.5.9-5_i386.deb tadi. Bisa dengan cara double-click kedua file tersebut dari window manager.

5. Untuk membuat index paket-paket yang ada di local repository kita, gunakan perintah di Terminal, ketikkan :

sudo dpkg-scanpackages /home/user_name_kamu/repolokal /dev/null | gzip > /home/user_name_kamu/repolokal/Packages.gz

lalu tekan enter, maka paket akan di list dan dibuat ke dalam sebuah file bernama Packages.gz.

6. Untuk mengaktifkan Local Repository kita, kita dapat mengedit file “sources.list” yang terletak di /etc/apt/sources.list. Kita dapat mengeditnya dengan mengetikkan perintah di Terminal yaitu:

sudo gedit /etc/apt/sources.list

setelah text editor terbuka, maka berikan comment dengan menambahkan tanda pagar (#) di depan baris-baris yang ada (penambahan comment tersebut ditujukan agar Repository default yang ada di sources.list diabaikan oleh Apt/Synaptic), lalu tambahkan satu baris di akhir file yang menunjukkan lokasi repository lokal kita tadi dengan menambahkan :

deb file:/// home/user_name_kamu/repolokal/

save file tersebut, lalu tutup text editor.

7. Buka Synaptic Package Manager lalu klik tombol Reload (ketik “sudo apt-get update” bila kamu menggunakan Terminal). Bila cara-cara yang sudah dijelaskan berhasil, maka repository lokal kita akan terdeteksi oleh Synaptic dan akan muncul di layar Synaptic sebagai paket-paket yang belum diinstall. Kita dapat menginstall paket-paket tersebut seperti biasa dengan memberikan tanda centang pada checkbox yang ada lalu klik Apply, tanpa perlu terkoneksi ke internet.

Semoga cara ini berhasil dan berguna bagi pengguna Ubuntu atau turunannya. Saya menerima segala koreksi, kritik dan saran bagi blog saya ini. Terima kasih sudah mengunjungi dan meluangkan waktu untuk membaca. =)

Advertisements

6 thoughts on “Local Repository di Ubuntu 8.10”

  1. Saya pilih ubuntu dan linux mint (btw linux mint itu cucunya ubuntu lho sis) karena menurut saya kedua distro tersebut termasuk distro yang mudah dipahami oleh n00b seperti saya. Saya sudah mencoba beberapa distro yang lain seperti suse, slackware, dan fedora, tetapi bagi selera saya, ubuntu dan turunannya sangat mudah dioperasikan.
    Silakan dicoba lho sis.. 🙂

    1. Cara yang saya pake ini cara dari debian bro/sis.. jadi menurut saya bisa aja cara ini diaplikasikan di ubuntu 8.04.

      Hanya jangan lupa, paket2 repository nya juga harus versi 8.04 Hardy Heron ya…

      Good luck.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s