Torchlight – Quick Review

TLbox

Semangat malam Junkers! Pernah merasa emosi dan ingin mengayunkan pedang ke leher seseorang? Nah, game model hack ‘n slash seperti ini yang Junkers butuhkan waktu mengalami hal itu. Serial Torchlight mungkin dimulai sudah sejak 2009, termasuk game yang bisa dibilang basi. Tapi pengalaman bertualang dan bertempur yang diberikan masih tetap mantap, bahkan hingga saat ini. Walaupun saya sudah memainkan Torchlight II yang lebih baru dan bersinar, tidak membuat Torchlight terlihat kusam atau usang waktu dimainkan ulang.

Torchlight – Gameplay

Game ini dimulai di kota Torchlight, di mana terdapat tambang ember yang banyak didatangi para penambang yang mencari kekayaan. Namun daya tarik hasil tambang tersebut ternyata membawa dampak yang buruk bagi seseorang hingga membuatnya menjadi beralih ke sisi gelap. Junkers akan memilih satu dari tiga karakter yang ada untuk melawan musuh itu. Karakter yang ditawarkan adalah seorang Destroyer laki-laki yang kuat, Vanquisher perempuan yang ahli senjata jarak jauh dan Alchemist laki-laki yang mahir menggunakan magic. Ya, di game ini Junkers tidak bisa memilih gender untuk masing-masing karakter, jadi take it or leave it. Setelah itu Junkers diminta untuk memilih pet yang akan mengikuti kemanapun karakter bertualang. Pet yang disediakan adalah seekor kucing, anjing dan ferret. Selain untuk membantu karakter melawan musuh yang datang, pet juga dapat diminta untuk kembali ke kota dan menjual items yang ditemukan karakter di seluruh dunia Torchlight.

TL3
I’m a cat person, so what?

Sistem pertarungan cukup standar dengan klik kiri untuk berjalan dan menyerang, serta klik kanan untuk mengeluarkan spell/special powers. Sekali lagi, ini adalah game hack ‘n slash, jadi Junkers harus terbiasa dengan banyaknya gelombang musuh yang tiba-tiba muncul. Musuh yang tewas sesekali akan menjatuhkan item, bisa berupa barang yang dapat dikonsumsi seperti health potion atau mana potion, keping emas sebagai alat tukar, atau senjata-senjata dan perlengkapan yang dapat dipakai oleh karakter. Shortcut yang disediakan juga cukup banyak, tombol angka 1 – 0 semua dapat digunakan sebagai shortcut untuk health potion, mana, spell atau barang-barang lain sesuka Junkers. Hal itu sudah pasti akan menambah kemudahan dalam pertarungan yang brutal.

TL1

Setiap musuh yang dibunuh oleh karakter akan memberikan sejumlah XP atau experience points yang akan dikumpulkan untuk menaikkan level karakter. Sistem membangun karakter di game ini dapat dikatakan sangat sederhana karena statistik yang dapat dinaikkan hanya empat jenis yaitu Strength, Dexterity, Magic dan Defense. Sistem skill tree yang diterapkan juga sangat sederhana dan mudah dimengerti. Kesederhanaan sistem game ini tidak membuat gameplay menjadi membosankan, tapi malah dapat menambah fokus Junkers pada petualangan yang dijalani.

Genre Action-RPG yang diusung Runic Games membuat pertarungan hanya berkisar pada “bunuh dan ambil barang”. Tapi hal itu tidak akan terasa repetitif karena variasi monster dan items yang disediakan oleh developer membuat kita ingin segera mencoba item baru dan menaikkan level karakter untuk menggunakan senjata yang baru. Game ini adalah versi fun dari Diablo.

Torchlight – Grafis dan Sound

Dengan variasi spell, efek magic, senjata dan musuh yang ada, pertarungan yang dihasilkan terlihat brutal dengan sinar, ledakan, darah dan proyektil-proyektil yang beterbangan di seluruh layar monitor Junkers. Animasi gerakan pertarungan bukan poin terbaik dari game ini, tapi dengan paduan efek dengan variasi warnanya, pertarungan akan menjadi lebih megah.

TL4

Satu hal yang saya suka pada serial Torchlight adalah model dan teknik pewarnaan karakter dan lingkungan dalam game. Dibanding serial Diablo yang terlihat gelap, suram, serius dan menyeramkan, Torchlight menampilkan model grafis yang bergaya kartun. Dengan warna-warna pastel pada karakter dan lingkungannya membuat pemandangan di dunia Torchlight nyaman di mata dan tidak berkesan sebagai game yang serius. Bentuk model karakter dan lingkungan juga disesuaikan dengan gaya kartun dengan membuat karakter agak pendek dan anggota tubuh yang tidak proporsional. Tidak cuma karakter saja, musuh-musuh juga dibuat dengan teknik yang sama sehingga kadang monster yang muncul terlihat lucu dan menggemaskan. Bagi Junkers yang bosan dengan game yang terlihat serius, game ini benar-benar merupakan sebuah penyegaran tanpa meninggalkan unsur petualangan yang tetap serius.

TL2
Wanna play? *wink*

Vokal karakter dan efek suara tidak terlalu istimewa, proper menurut saya. Efek suara pertarungan sangat pas dengan gerakan serangan atau spell yang dikeluarkan karakter. Musik latar sebaliknya, menurut saya sangat istimewa. Nada yang tidak membosankan dan pilihan sample alat musik yang digunakan membuat petualangan yang dijalani tidak sepi dan makin membawa karakter lebih dalam pada perjalanannya.

Kesimpulan

Game yang dirilis oleh Runic Games pada tahun 2009 ini masih tetap layak dimainkan bahkan pada masa kini. Kemiripannya dengan serial Diablo bukannya tidak disengaja, namun beberapa individu yang ada di belakang Torchlight memang orang-orang yang pernah turut menghasilkan serial Diablo. Penggemar Diablo yang mencari suasana yang berbeda dapat memainkan game ini. Untuk Junkers yang sudah telanjur memainkan Torchlight II, tidak ada ruginya juga untuk kembali dan memainkan seri pertama ini. Secara keseluruhan, game ini adalah game yang mengagumkan.

http://treasuredjunk.net/torchlight-quick-review/

Advertisements

Batman: Arkham Asylum – Quick Review

Arkham_Asylum

Yo Junkers! Kita bertemu lagi di TJ review. Saya bukanlah penggemar game-game tentang super hero yang memang memiliki kekuatan super, apalagi Batman yang kekuatan supernya “cuma” otak jenius, jalan pikiran rumit dan uang yang berlebih. Baru-baru ini Humble Bundle menawarkan salah satu game tentang super hero itu dengan judul Batman: Arkham Asylum. Dan ternyata game ini benar-benar menawarkan pengalaman intim yang berbeda dengan pahlawan berjubah hitam kita.

Batman: Arkham Asylum
Permainan psikologis yang dibawakan oleh Scarecrow!

Game ini diawali dengan cutscene di mana Batman mengendarai Bat-mobilenya secepat kilat bersama Joker di bangku penumpang menuju Arkham Asylum. Di perjalanan Batman tetap merasa ada yang salah dengan penyerahan diri sang penjahat sinting bermulut besar ini. Sesampainya di Arkham Asylum, ternyata firasat Batman benar. Dengan beberapa langkah gila saja, Joker dan komplotannya berhasil mengendalikan fasilitas tersebut secara total. Mulai dari sini kita akan berjalan berdampingan bersama Batman untuk menghabisi Joker dan kawan-kawannya yang kurang lebih sama dalam hal penyimpangan mentalnya.

Batman: Arkham Asylum – Gameplay

Arkham Asylum main title
Arkham Asylum main title

Gerakan-gerakan dasar diajarkan pada cutscene dan pertarungan awal yang terjadi. Pertarungan benar-benar memanjakan mata dengan gerakan-gerakan yang bersambung dari satu musuh ke musuh yang lain, dengan catatan nggak asal menekan tombol “Pukul”. Gerakan menyerang dan balasan harus di lancarkan dengan timing yang baik supaya semua musuh dapat dilawan dan mendapatkan combo yang mantap. Selain tangan kosong, musuh-musuh Batman akan menyerang dengan tongkat baseball, pisau, electric baton, dan senjata api. Tapi jangan khawatir, karena Batman juga dibekali dengan beberapa gadget canggihnya seperti Batarang (business as usual..), Batclaw, X-ray vision dan gadget lainnya yang pasti menarik.

Batman: Arkham Asylum – Grafik dan Sound

Grafis yang ditawarkan sangat mantap, sesuai dengan standar game masa kini. Model karakter, ruangan, benda-benda pelengkap yang ada di ruangan, lingkungan pulau Arkham keseluruhan semua digarap dengan rapi dan indah. Cuma satu yang saya agak kurang suka, model karakter sang Batman sendiri yang menurut saya agak gendut dan gerakan larinya yang kaku. Tapi kekakuan sang Batman terbayarkan saat saya bertemu dengan Poison Ivy (rawr!). Oya, jangan berharap tantangan dan rintangan yang disiapkan Joker akan gampang, karena kawan-kawannya juga ikut membantu. Sebut saja Harley Quinn, Poison Ivy, Scarecrow dan Killer Croc akan membuat kostum dan jubah Batman terkoyak dan bernoda darah sebelum bisa menyentuh Joker. Yak betul, sepanjang permainan kostum Batman akan berubah dari mulus licin sampai rusak oleh semua pertarungan yang dilewati.

Audio, vokal karakter, efek suara juga dibuat dengan sangat baik sehingga semua suara menyatu dengan baik di telinga kita. Vokal karakter dari saya mendapat nilai paling tinggi, dengan kualitas vokal dan aksen sekelas film Hollywood, kadang saya hanya diam saja di satu titik cuma untuk mendengar dialog-dialog yang dilakukan para karakter.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, game ini termasuk must have dan sangat layak dimainkan. Apalagi dengan tawaran dari Humble Bundle yang harganya gila. Intinya, tidak harus menjadi fans Batman untuk bisa menikmati game ini. Tunggu apa lagi? Cari segera penawaran game ini. Yang masih ragu untuk memainkan game ini, “The joke’s on you!”

Batman3
Cepat! Upload foto close-up ini untuk profil facebook-ku!

 

http://treasuredjunk.net/batman-arkham-asylum-review/

care and share